• No Products in the Cart

Anfield Stadium Tour, Liverpool

Kalo ditanya “what’s your favorite football club?” My answer has always been Liverpool. I thought, i like England as a footballer, and i thought, Liverpool was the only football club in England. So there goes the answer.. Padahal, ternyata di Inggris ada banyak banget klub bola, dari Liverpool, Arsenal, Manchester, dsb.

Sebelum memutuskan untuk ikut tour di Anfield Stadium ini, i went for some research. Dari research dan baca-baca review orang mengenai tour stadium, hasilnya tour Manchester United dan Liverpool-lah yang paling oke. Berhubung nggak tau apa-apa tentang Manchester, i let go Manchester. Jadi kami (me and Angela) cuma ke Liverpool aja.

Booked the tour online via this website, harganya £16.50 per orang. Untuk sampe ke Anfield, kami naik taksi. Black cab di Liverpool jauh lebih murah dari di London. So it’s okay to take cab.

Penampakan stadiumnya. Di depan gedung disambut patung Bill Shankly yang bertulisan “he made the people happy”. He is one of Liverpool’s greatest football managers.

Setelah registrasi, kami disuruh menunggu. Jalan-jalan dulu deh ke souvenir shop-nya.

Pas pukul 3 sore, kira-kira 20 orang peserta kumpul di depan patung Bill Shankly tadi untuk di-brief singkat oleh David, tour guidenya. Area pertama adalah private club yang berisi foto-foto para juara dan momen-momen bersejarah Liverpool.

Setelah itu, melewati ruang konferensi pers. Kita dibolehin untuk foto di mejanya para pemain bola kalo lagi konferensi pers. Hehehe. Oya, ada juga dinding-dinding dengan backdrop logo-logo Liverpool buat foto-foto. Guide-nya sabar banget nungguin semua orang foto. Dia juga menjelaskan dengan detail tentang Anfield. Tapi yang seru adalah area selanjutnya, changing room, kamar ganti para footballers! Whoa! Bisa pegang (dan mengendus-endus) bajunya Gerrard…~ Pardon my face :p

Changing room ini nggak mewah, biasa aja. Cuma ada tempat duduk yang nempel di dinding, tempat tidur untuk massage, dan kulkas isi minuman dingin. Ini adalah changing room-nya para pemain Liverpool, beda sama changing room-nya ‘lawan’ di ruangan sebelah. Lucu deh liatnya.. Si tuan rumah di-treat VIP, sementara lawannya di-treat kurang asik :)) Changing roomnya cuma ada tempat duduk dan lantainya nggak pake ubin. Tapi tetep aja, Anfield jadi tempat bersejarah buat semua yang pernah kesana. Ini nih, testimonial Thierry Henry tentang Anfield.

Kebayang ngga? Belum ya? Yang serunya lagi nih, setelah dari changing room, kita diajak lari melewati lorong menuju lapangan bola. Di sepanjang lorong, dipasang suara riuh penonton. Whoaaa rasanya kayak beneran mau tanding! :))

Sampe di lapangan, ternyata eh hujan gerimis aje..~

Tapi it’s all okay, kita diperbolehkan duduk di tempat para footballers biasa duduk. VVVIP! sambil dengerin si David cerita tentang sejarah Anfield dan kelakuan para penonton yang sempet bikin Anfield rusuh beberapa tahun lalu.

Setelah sibuk foto-foto, tour pun diakhiri dengan lagu kebangsaan Liverpool (or England?) sambil kita jalan ke museum. Museum ini gratis buat yang udah ikutan tour. Museum ini berisi barang-barang dan piala-piala kebanggaan Liverpool.

End of the story.

Ps. As a kind act to my boyfriend who love Manchester United and Ryan Giggs so much, i bought Giggs’ mask and trolling the whole tour with it. MU adalah musuh bebuyutannya Liverpool. So to wear a Giggs mask inside Liverpool Club is, well, both brave and sweet. Ya kan, ayy? :p

 

Credits
Photo: Bintang Mahacakrie, Angela Kurniawan
Wardrobe: BA-NA-NA VIP t-shirt, H&M leather jacket, Primark gloves

RELATED POSTS