• No Products in the Cart

Cita-cita Anak Zaman Now: Menjadi “Influencer”

Baru-baru ini saya diundang ke acara pengenalan produk mainan anak-anak. Buat yang sudah follow saya di Instagram, mungkin sudah lihat saya pernah membahas tentang acara ini. Tapi sekarang disini saya bukan mau membahas ulang mengenai acara pengenalan produk mainan ini, ya… karena yang menarik perhatian saya dari hari itu justru karena ada banyaknya influencer ibu-ibu yang diundang untuk meramaikan (dan merekam video + foto-foto) acara tersebut.

Melihat para ibu-ibu ini (termasuk saya sendiri) sibuk merekam event dan foto-foto dengan kamera mirrorless yang canggih-canggih, bikin saya kepikiran tentang istilah “influencer“. Di era yang serba digital ini, kita semua pasti udah familiar banget dengan kata-kata influence, endorse, unboxing, dll. Hal-hal ini lah yang biasa di-posting oleh para influencer dengan harapan para followers-nya akan ter-influence dan mengikuti gaya hidup mereka, atau at least membeli dan memakai produk yang sama dengan mereka.

Contohnya di Instagram saya punya beberapa orang terkenal yang menjadi influence saya dalam hal berpakaian, berbisnis, bahkan sampai dalam hal mengurus anak. Seru sekali rasanya melihat kehidupan orang lain melalui postingan-postingannya di sosial media. Entah itu real atau hanya pencitraan, pokoknya rasanya seru aja! Kalo dirangkum kira-kira hidup mereka itu seperti ini: bangun tidur menyapa followers secara live, bersiap dan berpakaian lengkap sambil menyebutkan merek-merek baju endorse, lalu siang hari menghadiri undangan makan enak di restoran, kemudian sesekali mereka juga promosiin bisnis masing-masing, dan akhirnya pulang ke rumah mendapati paket-paket kiriman brand-brand yang perlu di-unboxing. Hahaa.. Rasanya kok seru dan serba banyak gratisan ya.. 😀

Kalo diperhatikan sebenarnya semakin kesini semakin banyak pengguna sosial media yang mendadak jadi influencer. Dengan hanya 2.000 followers aja kadang mereka sudah terima endorse walaupun belum berbayar. Hal ini sah-sah aja sih, toh akun milik pribadi kan, bebas dipergunakan untuk apa. Nah tapi yang dikhawatirkan disini adalah netizen lain sebagai konsumen, apakah mereka langsung beli barang yang sama dengan yang dipromosikan oleh para influencer/endorser tersebut? Yakin mereka memberikan honest review dari produk yang dipromosikan? Yakin mereka memperhatikan komposisi dan kadaluarsa dari produk yang digembor-gemborkan? Bisa aja mereka hanya review bagus-bagus karena dibayar kan?

Kebetulan tanggal 20 April nanti kita akan memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas). Saya ingin sekalian menghimbau para netizen, terutama yang suka belanja online seperti saya, untuk lebih waspada dan selalu jadi si Koncer alias konsumen cerdas di era digital. Caranya gimana biar selalu jadi “koncer”? Seperti maskotnya, kancil, kita sebagai konsumen harus cerdas, dan penuh hati-hati. Saran saya sih kita harus lebih rajin membaca dan mencari tahu aja.. Misalnya mau belanja online, kita baca dulu tuh deskripsi yang panjang, kemudian baca juga testimonial dari orang-orang yang sudah pernah membeli produk tersebut, shipping and return conditions, dan lain-lain. Semakin lengkap kita membaca, semakin paham kita dengan konsekuensi dan layanan yang akan kita peroleh dari membeli barang sebuah online shop. Begitu kira-kira..

Saya menghimbau seperti ini karena saya sendiri banyak sekali belajar dari seringnya berbelanja online. Maklum aja, ibu rumah tangga soalnya. Kalo udah ketemu handphone bawaannya ada aja yang ingin dibeli. Hehe. Sebagai seorang ibu yang baru aja punya anak, saya pun banyak tahu mengenai produk-produk bayi yang recommended dari para influencer. Bukan hanya produk, tapi cara mengasuh bayi juga. Saya termasuk orang yang senang belajar dari para influencer, meski tidak semuanya saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cukup yang cocok dengan kebutuhan saya aja.

Oke baiklah, sebagai penutup tulisan ini, sekali lagi saya sampaikan bahwa di saat banyak bermunculan influencer seperti sekarang ini, kita sebagai netizen (plus konsumen) harus selalu bisa menyaring konten-konten yang diberikan oleh mereka. Memang benar mereka mempromosikan barang-barang tertentu, namun bukan berarti barang tersebut selalu cocok buat kita sebagai konsumen, karena pada akhirnya kita lah yang akan menggunakan produk tersebut dan kita juga yang akan menanggung resiko apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dari produk endorse-an para influencer. Jadilah konsumen yang selalu cerdas dan thoughtful. Baik saat membeli barang maupun jasa.

Yuk ramai-ramai memperingati Harkonas! Oh ya, siap-siap belanja juga, karena pasti akan banyak diskon di Hari Konsumen Nasional nanti!! Yayyy!! Buat kalian yang mau tahu lebih lanjut mengenai hak-hak dan kewajiban konsumen, bisa mengunjungi website Harkonas.id ya. Selamat jadi Koncer! 😉

 

RELATED POSTS

1 Comment

  1. Reply

    Customwrittenessays

    April 18, 2018

    Thanks for the review, Jom!custom written essays

LEAVE A COMMENT